Review Singkat Film: Side Effects




Seorang perempuan bernama Emily (Rooney Mara) mempunyai penyakit depresi yang dideritanya selama 4 tahun. Suatu hari depresinya kumat, lalu dia sengaja menabrakkan diri menggunakan mobil ke tembok parkiran basement. 

Di rumah sakit dia bertemu psikolog, Dokter Banks (Jude Law) , yang kemudian menjadi dokternya. Dokter Banks kemudian memberikan sebuah obat bernama '***' . Setelah meminum beberapa obat penenang, depresinya tidak sembuh. Lalu Emily diberikan obat yang baru dipasarkan bernama Adilexia oleh Dokter Banks. Depresinya berkurang, namun obat ini punya efek samping, yaitu tidur berjalan.
Martin (Chaning Tatum) suami Emily suatu hari pulang setelah bertemu rekannya. Dia mendapati emily sedang mempersiapkan jamuan seperti akan ada yang bertamu. Namun dia tahu ini hanya efek obat. Dia melihat Emily di dapur dan menanyakan siapa yang akan datang. Tapi kemudian seketika Emily menusuknya menggunkan pisau. 
Polisi kemudian datang setelah ditelpon oleh Emily sendiri. Saat ditanya oleh polisi, Emily mengaku dia tidak ingat apa yang terjadi.

***

Comeback is real. Setelah menonton hanya itu yang bisa saya pikirkan. Ceritanya lambat di awal tapi mendekati pertengahan, benang merahnya mulai terlihat. Mendekati akhir barulah "oalah gitu tho".  Awalnya kalian akan mengira ini film hanya tentang orang depresi akut yang sampai tega membunuh suami sendiri. Tapi sebenernya di belakangnya ada banyak konspirasi. 
Film ini berpesan untuk tidak terlalu bergantung pada obat-obatan. Apalagi kita tidak tahu efek apa yang dihasilkan. Harus hati-hati menggunakan obat. Apalagi obat yang baru beredar. Selain itu, berkomunikasi dengan kerabat, orang dekat kita juga penting. Jangan malu. Jika sudah tidak memungkinkan barulah beralih ke psikolog. 

Komentar

Postingan Populer