Review Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindewald
![]() |
| Image from impawards.com |
Film 2 jam lebih yang terasa seperti hari minggu, cepet banget. Kayak udah mau klimaks tapi tiba-tiba ditinggal gitu aja. Gantung kalau kata Melly Goeslaw. Di film kedua ini, ceritanya lebih rumit dari yang pertama, tapi tak teruraikan dengan baik. Mungkin J.K. Rowling ingin memecahnya dan membaginya ke film selanjutnya. Di film kedua ini, cerita berfokus pada pencarian Credence, yang di awal film termusnahkan, ternyata masih hidup, dan dia sedang mencaritahu masa lalunya, siapa dia sebenarnya.
Scene dibuka dengan Grindelwald yang melarikan diri dari penjara, setelah ditangkap di akhir film yang pertama yang membuat kita terkejut dengan kehadiran Jack Sparrow yang beralih menjadi penyihir. Kemudian Grindelwald pun mulai mengumpulkan pengikut, dan membuat markas. Sementara itu Scamander, setelah menolak bujukan untuk menjadi menteri oleh kakaknya Theseus, bertemu Dumbledore. Dumbledore membujuk lagi Scamander untuk pergi ke Paris mencari Credence yang sedang mencaritahu jati dirinya, sekaligus mengalahkan Grindelwald. Ketika Scamander bertanya kenapa harus dia yang mengalahkan Grindelwald, Dumbledore menjawab, "it has to be you." Maka dari itu berangkatlah dia. Saat bersiap-siap, dia dikunjungi oleh Queenie adiknya Tina Goldstein dan Jacob Kowalski si No-Maj, yang ternyata ingatannya kembali setelah di-Obviliate. Tina juga ada di paris sedang ada urusan pekerjaan. Dia diangkat kembali menjadi Auror. Dan nampaknya Scamander masih menyukainya, namun Tina menjaga jarak karena salah paham tentang hubungan Scamander dan Leta Lestrange, yang bertunangan dengan Theseus, saudaranya.
Ada beberapa karakter baru yang hadir, berbanding terbalik dengan Beast yang dimunculkan. Dari sekian banyak beast yang terlihat di film pertama, hanya si penyuka hal-hal gemerlap, Niffler yang muncul.
Selain itu juga masih banyak misteri yang bikin penasaran. Apakah Credence baik atau jahat? Apakah Dumbledore akan sanggup menghadapi Grindelwald? Credence adalah mata badai di film ini. Dan dia mempunyai sesuatu yang "katanya" bisa mengalahkan Dumbledore.
Tapi sejujurnya, saya lebih berharap akan ada lebih banyak scene tentang Newt Scamander dan Tina Goldstein di film selanjutnya. Saya suka romansa yang diberikan pasangan ini. Such a lovely couple.
![]() |
| Image from themoviedb.org |
Di akhir, ini film yang rumit. Apalagi jika kamu tidak mengikuti bukunya. Tapi ini tetap film yang menarik untuk ditonton. Saya selalu suka dunia sihir yang dimunculkan J.K. Rowling. Dan saya sangat menunggu kelanjutan dari Fantastic Beast.




Komentar
Posting Komentar